Langsung ke konten utama

Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Padati Stasiun Wonokromo Surabaya

Suasana ramainya arus balik lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo Surabaya
Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta

JEJAK WARTA, SURABAYA - Arus balik Lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo, Surabaya, mulai mengalami lonjakan pada Sabtu (28/3/2026). Kepadatan penumpang terlihat di sejumlah titik seiring kembalinya pemudik untuk melanjutkan aktivitas kerja di kota.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean mengular di loket tiket sejak pagi. Ruang tunggu hingga area peron dipadati penumpang dengan barang bawaan, menandakan tingginya mobilitas masyarakat pasca Lebaran.

Lonjakan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di area stasiun, tetapi juga berdampak pada kondisi di dalam kereta. Kepadatan tersebut membuat tingkat kenyamanan penumpang selama perjalanan menurun dibandingkan hari biasa.

Infografis lonjakan arus balik Lebaran 2026 di Surabaya
(Jejak Warta/Gladies Gresania)

Kondisi ini sejalan dengan proyeksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya yang memperkirakan akan melayani lebih dari 533 ribu penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya menyatakan bahwa peningkatan volume penumpang telah terlihat sejak dua hari setelah Lebaran dan diprediksi terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. “Kami telah mengantisipasi lonjakan ini dengan menyiapkan tambahan layanan serta memastikan fasilitas tetap optimal guna menjaga kelancaran operasional,” ujarnya.

Salah satu penumpang, Lia (27), asal Pasuruan, mengaku harus mengantre lebih lama saat membeli tiket serta merasakan kondisi kereta yang lebih padat dibandingkan hari biasa. “Ramai banget, di loket juga ngantrinya lebih lama. Di kereta juga terasa lebih padat, jadi kenyamanannya berkurang,” kata Lia.

Meski demikian, Lia menilai fasilitas yang disediakan cukup membantu di tengah kepadatan. “Fasilitasnya juga semakin bagus, jadi walaupun ramai, tidak terlalu mengganggu aktivitas di stasiun,” tambahnya.

Puncak arus balik diprediksi terjadi menjelang berakhirnya masa libur panjang. Meski terjadi peningkatan signifikan, aktivitas di Stasiun Wonokromo terpantau tetap berjalan lancar dengan dukungan petugas dan fasilitas yang memadai.

Gladies Gresania T/Lily Marisya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadan Vaganza Dorong Perputaran Ekonomi UMKM Lokal di Surabaya

Stan UMKM memenuhi Ramadan Vaganza  Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA - Stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati Balai Kota Surabaya pada Ramadan Vaganza 2026 yang hadir kembali di bulan suci ramadan dan berlangsung sejak 25 Februari hingga 1 Maret 2026. Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Suara Surabaya turut ambil bagian sebagai penyelenggara Ramadhan Vaganza. Tidak hanya sebagai kegiatan tahunan tetapi hadirnya acara ini memberikan ruang bagi pemilik UMKM upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.  “Tujuan dengan adanya kegiatan ini selain memeriahkan bulan ramadhan, sebagai tempat ngabuburit juga pastinya membantu para UMKM. Sebelumya UMKM yang sudah biasa berjualan di sini juga kita ajak untuk ikut ambil bagian, dan ditambahkan kami membuka kesempatan UMKM binaan Bank Jatim ataupun UMKM lainnya untuk berjualan di acara ini,” jelas Vina Maulida selaku ketua pelaksana Ramadhan Vaganza 2026.   Salah satu pelaku UMKM menga...

Sempat Naik Jelang Lebaran, Harga Bahan Pangan di Surabaya Kini Masih Berfluktuasi

Suasana transaksi bahan pangan di Pasar DTC Wonokromo Surabaya Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan pangan di pasar Surabaya mulai merangkak naik. Komoditas utama seperti telur, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, hingga cabai mengalami peningkatan harga akibat tingginya permintaan masyarakat. Salah satu pedagang di Pasar DTC Wonokromo Surabaya, Marsipah, turut merasakan adanya kenaikan harga pada berbagai bahan pangan menjelang Lebaran. Ia mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi hal yang sering terjadi setiap tahun. “Seminggu sebelum Lebaran sudah mulai naik, cabai naik signifikan. Bahan pangan seperti minyak, telur juga naik dan daging ayam serta daging sapi juga ikut naik. Banyak permintaan seminggu sebelum lebaran terus juga pasokan belum stabil dan terbatas mba,” ujar Marsipah. Berdasarkan data harga bahan pangan di Jawa Timur, pada periode lebaran harga minyak goreng sempat berada di atas harg...