| Suasana ramainya arus balik lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo Surabaya Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta |
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean mengular di loket tiket sejak pagi. Ruang tunggu hingga area peron dipadati penumpang dengan barang bawaan, menandakan tingginya mobilitas masyarakat pasca Lebaran.
Lonjakan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di area stasiun, tetapi juga berdampak pada kondisi di dalam kereta. Kepadatan tersebut membuat tingkat kenyamanan penumpang selama perjalanan menurun dibandingkan hari biasa.
Kondisi ini sejalan dengan proyeksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya yang memperkirakan akan melayani lebih dari 533 ribu penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya menyatakan bahwa peningkatan volume penumpang telah terlihat sejak dua hari setelah Lebaran dan diprediksi terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. “Kami telah mengantisipasi lonjakan ini dengan menyiapkan tambahan layanan serta memastikan fasilitas tetap optimal guna menjaga kelancaran operasional,” ujarnya.
Salah satu penumpang, Lia (27), asal Pasuruan, mengaku harus mengantre lebih lama saat membeli tiket serta merasakan kondisi kereta yang lebih padat dibandingkan hari biasa. “Ramai banget, di loket juga ngantrinya lebih lama. Di kereta juga terasa lebih padat, jadi kenyamanannya berkurang,” kata Lia.
Meski demikian, Lia menilai fasilitas yang disediakan cukup membantu di tengah kepadatan. “Fasilitasnya juga semakin bagus, jadi walaupun ramai, tidak terlalu mengganggu aktivitas di stasiun,” tambahnya.
Puncak arus balik diprediksi terjadi menjelang berakhirnya masa libur panjang. Meski terjadi peningkatan signifikan, aktivitas di Stasiun Wonokromo terpantau tetap berjalan lancar dengan dukungan petugas dan fasilitas yang memadai.

Komentar
Posting Komentar