Langsung ke konten utama

Sempat Naik Jelang Lebaran, Harga Bahan Pangan di Surabaya Kini Masih Berfluktuasi

Suasana transaksi bahan pangan di Pasar DTC Wonokromo Surabaya
Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta

JEJAK WARTA, SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan pangan di pasar Surabaya mulai merangkak naik. Komoditas utama seperti telur, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, hingga cabai mengalami peningkatan harga akibat tingginya permintaan masyarakat.

Salah satu pedagang di Pasar DTC Wonokromo Surabaya, Marsipah, turut merasakan adanya kenaikan harga pada berbagai bahan pangan menjelang Lebaran. Ia mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi hal yang sering terjadi setiap tahun.

“Seminggu sebelum Lebaran sudah mulai naik, cabai naik signifikan. Bahan pangan seperti minyak, telur juga naik dan daging ayam serta daging sapi juga ikut naik. Banyak permintaan seminggu sebelum lebaran terus juga pasokan belum stabil dan terbatas mba,” ujar Marsipah.

Berdasarkan data harga bahan pangan di Jawa Timur, pada periode lebaran harga minyak goreng sempat berada di atas harga eceran tertinggi (HET) di kisaran Rp19.000–20.000 per liter. Telur sekitar Rp29.000 per kilogram, cabai yang bahkan menembus lebih dari Rp80.000 per kilogram, serta daging sapi berada di kisaran Rp135.000–140.000 per kilogram.

Infografis Pergerakan harga bahan pangan di Surabaya jelang dan pasca Idul Fitri 2026
(Jejak Warta/Lily Marisya)

Setelah Hari Raya Idul Fitri, perkembangan harga bahan pangan mulai menunjukkan perubahan. Berdasarkan laporan kondisi pasar di Surabaya, harga sejumlah bahan pangan mulai menunjukkan penurunan. Tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri, komoditas seperti telur, daging ayam, dan cabai seiring waktu mulai mengalami penurunan sekitar 3–5 persen.

Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh pedagang di pasar Medokan Sawah Surabaya. Sulastri menyebut bahwa meskipun harga mulai turun, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil. “Biasanya habis Lebaran itu memang turun sedikit, tiga hari setelah lebaran kemarin turun sih, tapi ini masih mengalami kenaikan lagi, ya emang belum tentu stabil,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun setelah periode Lebaran. Menurutnya, perubahan harga tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan dan pasokan di tingkat pasar, tetapi juga kondisi dari sisi produksi seperti hasil panen petani dan kelancaran distribusi barang. 

“Kalau dari sananya barangnya memang lagi sedikit atau bisa aja panennya ga bagus, pasti ya ke pasar itu ngaruh harganya. Jadi, bukan hanya faktor permintaan banyak, dan pasokan yang masuk sedikit saja yang memengaruhi,” ujarnya. 

Berdasarkan data terbaru Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per awal April 2026, harga bahan pangan di Surabaya masih berfluktuasi. Minyak goreng tercatat sekitar Rp21.000 per liter, daging sapi mencapai Rp140.000 per kilogram, sementara telur di kisaran Rp28.000–29.000 per kilogram dan cabai rawit merah sekitar Rp65.000–67.000 per kilogram.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kondisi pasar pasca Lebaran masih berada dalam fase penyesuaian. Fluktuasi harga bahan pangan diperkirakan masih akan berlangsung seiring dinamika permintaan, pasokan, serta kondisi produksi dan distribusi barang.

Lily Marisya/Intan Lumban Gaol

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Padati Stasiun Wonokromo Surabaya

Suasana ramainya arus balik lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo Surabaya Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA   -   Arus balik Lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo, Surabaya, mulai mengalami lonjakan pada Sabtu (28/3/2026). Kepadatan penumpang terlihat di sejumlah titik seiring kembalinya pemudik untuk melanjutkan aktivitas kerja di kota. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean mengular di loket tiket sejak pagi. Ruang tunggu hingga area peron dipadati penumpang dengan barang bawaan, menandakan tingginya mobilitas masyarakat pasca Lebaran. Lonjakan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di area stasiun, tetapi juga berdampak pada kondisi di dalam kereta. Kepadatan tersebut membuat tingkat kenyamanan penumpang selama perjalanan menurun dibandingkan hari biasa. Infografis lonjakan arus balik Lebaran 2026 di Surabaya (Jejak Warta/Gladies Gresania ) Kondisi ini sejalan dengan proyeksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya yang memperkirakan akan ...

Ramadan Vaganza Dorong Perputaran Ekonomi UMKM Lokal di Surabaya

Stan UMKM memenuhi Ramadan Vaganza  Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA - Stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati Balai Kota Surabaya pada Ramadan Vaganza 2026 yang hadir kembali di bulan suci ramadan dan berlangsung sejak 25 Februari hingga 1 Maret 2026. Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Suara Surabaya turut ambil bagian sebagai penyelenggara Ramadhan Vaganza. Tidak hanya sebagai kegiatan tahunan tetapi hadirnya acara ini memberikan ruang bagi pemilik UMKM upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.  “Tujuan dengan adanya kegiatan ini selain memeriahkan bulan ramadhan, sebagai tempat ngabuburit juga pastinya membantu para UMKM. Sebelumya UMKM yang sudah biasa berjualan di sini juga kita ajak untuk ikut ambil bagian, dan ditambahkan kami membuka kesempatan UMKM binaan Bank Jatim ataupun UMKM lainnya untuk berjualan di acara ini,” jelas Vina Maulida selaku ketua pelaksana Ramadhan Vaganza 2026.   Salah satu pelaku UMKM menga...