| Lapak Es Kacang Hijau Pak Osen di Jl. KH Mas Mansyur No.146, Ampel, Surabaya Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta |
JEJAK WARTA, SURABAYA - Di tengah padatnya lalu lintas dan riuh klakson kendaraan di kawasan religi Sunan Ampel, Surabaya, ada satu sudut menyegarkan yang bisa menjadi tempat singgah bagi siapapun. Sebuah gerobak sederhana tetap setia berdiri, menawarkan rasa yang tak lekang oleh waktu.
Es Kacang Hijau Pak Osen yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur No.146, Ampel, Surabaya menjadi salah satu kuliner legendaris. Berdiri sejak tahun 1970-an, Es Kacang Hijau Pak Osen ini telah digemari sejak puluhan tahun karena menghadirkan rasa konsisten yang diwariskan secara turun temurun.
Sambil tersenyum hangat, Eni, selaku pengelola mengatakan “Saya lupa persis tahun merintis ini kapan, mungkin sekitar tahun 70-an. Yang jelas ini sudah generasi ketiga,” ujarnya saat ditemui di lapaknya pada Jumat (3/4/2026).
Usaha ini awalnya dirintis oleh almarhum Pak Osen. Pak Osen adalah sosok awal dibalik es kacang hijau ini sebelum kini pengelolaannya diteruskan oleh pasangan suami-istri, Rifai dan Eni, yang mempertahankan resep sekaligus semangat usaha keluarga.
Memilih kawasan Ampel sebagai pusat lokasi berjualan, tempat kuliner ini selalu ramai pengunjung dari berbagai daerah. “Karena disini ramai jadi yang beli macem-macem, ada yang dari Surabaya, terus banyak peziarah juga yang mampir,” tutur Eni.
Di balik kesederhanaannya, usaha ini menyimpan cerita ketahanan. Bahkan pada masa COVID-19, ketika banyak usaha harus berhenti, Es Kacang Hijau Pak Osen tetap ramai pembeli. Situasi lockdown bukan menjadi tantangan bagi penjual. “Tantangan besar selama saya jualan itu kalo pas sakit tapi harus tetap jualan, ya gimana lagi, soalnya cuma ini yang bisa diandelin sama keluarga,” ungkap Eni.
Meski tren minuman kekinian terus bermunculan di berbagai sudut Surabaya, lapak ini tetap bertahan tanpa banyak perubahan. Mereka hanya terus berinovasi dengan menambahkan beberapa menu. “Awalnya, cuma ada 2 menu aja, kacang hijau sama ketan hitam. Tapi, makin kesini makin banyak, bisa ditambah alpukat, durian, degan, terus keju, jadi macem-macem bisa dicampur,” ujar Eni. Inovasi ini mereka buat agar pelanggan tidak bosan.
Es Kacang Hijau Pak Osen buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00, saat panas kota mulai mereda dan orang-orang mencari sesuatu yang menyegarkan. Setiap porsi disiapkan secara manual. Kacang hijau direbus hingga lembut, kemudian disajikan dengan kuah santan, dan tambahan es serut. Proses sederhana ini justru menjadi kunci keaslian rasa yang dipertahankan selama bertahun-tahun.
Di tengah derasnya modernisasi Surabaya, Es Kacang Hijau Pak Osen membuktikan bahwa tidak semua hal harus berubah untuk tetap dicintai. Kadang, justru yang sederhana dan konsistenlah yang mampu bertahan paling lama.
Trisna Endah Pramesuari/Gladies Gresania T

Komentar
Posting Komentar