Langsung ke konten utama

Langkah Pertama untuk Bertumbuh Melalui First Project Creating 2026


Momen bersama panitia dan peserta First Project Creating 2026

Sumber: Dokumentasi Laboratorium Creative Advertising


JEJAK WARTA, SURABAYA - Suasana ruang kegiatan terasa lebih hidup saat puluhan Angkatan Muda 25 mengikuti kegiatan First Project Creating 2026 yang dilaksanakan pada Minggu (29/3). Program kerja pertama dalam Kabinet Mewing ini menjadi awal bagi mereka untuk mengenal dunia periklanan sekaligus membangun pengalaman baru bersama melalui Laboratorium Creative Advertising atau yang akrab disebut Creating.


First Project Creating 2026 dirancang sebagai wadah pembelajaran awal bagi para Angkatan Muda 25 yang memiliki minat dalam bidang periklanan. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta dan melampaui target awal panitia yang hanya menargetkan sekitar 40 orang.


Ketua pelaksana, Raihan (IKOM/24), mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar sempat melebihi ekspektasi panitia. “Untuk jumlah peserta jujur kita tidak expect, karena kita targetnya 40 peserta saja,” ujarnya. Namun pada hari pelaksanaan, beberapa peserta berhalangan hadir sehingga jumlah peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan tidak sepenuhnya sesuai dengan data pendaftar. Meskipun demikian, peserta yang hadir tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.


Raihan menjelaskan bahwa program kerja ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai proses pembelajaran di laboratorium. Ia ingin para peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan langsung proses kreatif yang ada. “First Project ini untuk mengenalkan AM 25 dalam proses pembelajaran dan gambaran tentang apa itu Lab Creating,” tuturnya.


Proses persiapan acara ini memakan waktu sekitar dua bulan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan acara yang berlangsung tertib dan sesuai rencana. Asa (IKOM/24) menyebut bahwa kegiatan berjalan lancar. “Alhamdulillah acaranya berjalan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat,” tutur Asa.


Acara ini mengangkat tema animasi Toy Story dengan konsep Creative Playground yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Melalui konsep ini, peserta diberi ruang untuk bebas mengeksplorasi ide dan mengembangkan kreativitas dalam membuat iklan.


Asa  selaku penanggung jawab divisi acara, menyebut bahwa konsep ini dipilih agar peserta bisa belajar dengan cara yang menyenangkan. “Karena aku membuka kebebasan mereka dalam berpikir kreatif untuk iklan yang dibuat,” jelasnya.



Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian produksi hingga kurasi karya iklan. Antusiasme terlihat jelas, terutama saat mereka menampilkan hasil karya masing-masing kelompok. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan, baik bagi panitia maupun peserta.


Bagi Sheila (IKOM/25) sebagai salah satu peserta, First Project menjadi pengalaman pertamanya di dunia periklanan. Ia mengaku tertarik karena konsep acara yang unik dan terbuka bagi pemula. “First Project Creating ini ingin saya jadikan pengalaman pertama dalam periklanan, karena konsep nya unik dan posisi yang tersedia memberikan kesempatan untuk banyak orang yang belum pernah mencoba,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa dirinya mendapatkan banyak hal baru, mulai dari langkah-langkah hingga hal penting dalam membuat sebuah iklan. Momen paling berkesan baginya adalah saat melihat hasil video iklan dari tiap kelompok yang beragam dan kreatif.


Melalui First Project Creating 2026, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar, tetapi juga mulai membangun rasa percaya diri dalam berkarya. Sebagai salah satu panitia, Asa berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi AM 25, baik dari segi keterampilan, pembelajaran, maupun pengalaman, serta meninggalkan kesan yang baik bagi mereka.


Vega Dwi Arini/Imro’atun Nadhifah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Padati Stasiun Wonokromo Surabaya

Suasana ramainya arus balik lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo Surabaya Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA   -   Arus balik Lebaran 2026 di Stasiun Wonokromo, Surabaya, mulai mengalami lonjakan pada Sabtu (28/3/2026). Kepadatan penumpang terlihat di sejumlah titik seiring kembalinya pemudik untuk melanjutkan aktivitas kerja di kota. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean mengular di loket tiket sejak pagi. Ruang tunggu hingga area peron dipadati penumpang dengan barang bawaan, menandakan tingginya mobilitas masyarakat pasca Lebaran. Lonjakan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di area stasiun, tetapi juga berdampak pada kondisi di dalam kereta. Kepadatan tersebut membuat tingkat kenyamanan penumpang selama perjalanan menurun dibandingkan hari biasa. Infografis lonjakan arus balik Lebaran 2026 di Surabaya (Jejak Warta/Gladies Gresania ) Kondisi ini sejalan dengan proyeksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya yang memperkirakan akan ...

Ramadan Vaganza Dorong Perputaran Ekonomi UMKM Lokal di Surabaya

Stan UMKM memenuhi Ramadan Vaganza  Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA - Stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati Balai Kota Surabaya pada Ramadan Vaganza 2026 yang hadir kembali di bulan suci ramadan dan berlangsung sejak 25 Februari hingga 1 Maret 2026. Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Suara Surabaya turut ambil bagian sebagai penyelenggara Ramadhan Vaganza. Tidak hanya sebagai kegiatan tahunan tetapi hadirnya acara ini memberikan ruang bagi pemilik UMKM upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.  “Tujuan dengan adanya kegiatan ini selain memeriahkan bulan ramadhan, sebagai tempat ngabuburit juga pastinya membantu para UMKM. Sebelumya UMKM yang sudah biasa berjualan di sini juga kita ajak untuk ikut ambil bagian, dan ditambahkan kami membuka kesempatan UMKM binaan Bank Jatim ataupun UMKM lainnya untuk berjualan di acara ini,” jelas Vina Maulida selaku ketua pelaksana Ramadhan Vaganza 2026.   Salah satu pelaku UMKM menga...

Sempat Naik Jelang Lebaran, Harga Bahan Pangan di Surabaya Kini Masih Berfluktuasi

Suasana transaksi bahan pangan di Pasar DTC Wonokromo Surabaya Sumber: Dokumentasi Pribadi Jejak Warta JEJAK WARTA, SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan pangan di pasar Surabaya mulai merangkak naik. Komoditas utama seperti telur, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, hingga cabai mengalami peningkatan harga akibat tingginya permintaan masyarakat. Salah satu pedagang di Pasar DTC Wonokromo Surabaya, Marsipah, turut merasakan adanya kenaikan harga pada berbagai bahan pangan menjelang Lebaran. Ia mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi hal yang sering terjadi setiap tahun. “Seminggu sebelum Lebaran sudah mulai naik, cabai naik signifikan. Bahan pangan seperti minyak, telur juga naik dan daging ayam serta daging sapi juga ikut naik. Banyak permintaan seminggu sebelum lebaran terus juga pasokan belum stabil dan terbatas mba,” ujar Marsipah. Berdasarkan data harga bahan pangan di Jawa Timur, pada periode lebaran harga minyak goreng sempat berada di atas harg...